ordinary Dog

Ayo, tumpahkan kepalamu, ada  anjing di dalamnya. Anjing yang mesti bersedia diajak pentas topeng monyet, sebagai pemain tambahan atau figuran dari seekor Sarimin, cikal bakal atau sejawat manusia itu.

Biarkan kini anjing itu tak lagi garang menyalak, karena dia bukan lagi pengawas atau bahkan tukang jaga yang siap menghalau bromocorah. Dia memang anjing ganas, parasnya buas, taring mengilat, dan dari lidah dan ludahnya yang terkatung di sudut mulut, orang pun tahu ia anjing yang galak. Tapi itu dulu, sebelum terlalu banyak kawan-kawannya yang main film kartun.

Biarkan ia kini melompat-lompat dalam suatu sirkus. Dan ditonton orang ramai. Membuat mereka tertawa-tawa, bertempik sorak. Menghibur mereka. Dalam suatu kontes anjing sejagat ia ingin menggonggong, tapi yang keluar hanya salak yang parau. Serak.  Tapi itu yang mereka semua dengar. Dari cuping telinganya sendiri, ia mendengar larik demi larik sebuah lagu. Tembang lawas. Dan dalam bahasa anjing, bunyinya begini:

Came in from a rainy Thursday on the avenue

Throught I heard you talking softly

I turned on the lights, the TV, and the radio

Still I can’t escape the ghost of You

What has happened to it all…

Crazy, some’d say

Wheres is the life that I recognize

Gone away…

But I wont cry for yesterday, there’s an ordinary world

Somehow I have to find…

And as I try to make my way, to the ordinary world,

I will learn to survive…

Passion or coincidence once prompted You to say

“Pride will tear us a both apart,”

Well now pride’s gone out to window, cross the rooftops, run away

Left me in the vacuum of my heart

What is happening to me?

Crazy, some’d say

Where is my friend when I need You most

Gone away…

Papers in the roadside tell of suffering and greed

Feared today, forgot tomorrow

Oh, here besides the news of holy war and holy need

Ours is just a little sorrowed talk

Just blown away…

And I dont cry for yesterday, there’s an ordinary world

Somehow I have to find

And as I try to make my way, to the ordinary world,

I will learn to survive…

Every world is my world…

Any world is my world…

Anjing hafal dengan sendirinya lagu milik Duran Duran yang diputar saban hari oleh sang majikan. Majikan yang bangun pagi-pagi, lalu membuka hp-nya, pergi buru-buru ke tempat kerja, pusing sepanjang siang, dan pulang mencangking penat. Malamnya ia akan habis sendirian. Dan di dalam kepala, si anjing menjaga dengan setia, menjaga agar dunia si majikan biasa-biasa saja. Dengan belajar, learn, dengan ngelmu. Dan ngelmu dalam satu lagu Macapat, “iku kalakone kanthi laku.” Lelaku, lumaku, laku,.. payu? 

Leave a Reply